Selasa, 25 Januari 2011

KAMU BISA

Cerita ini adalah kisah nyata
Setahun yang lalu , ada seorang siswa yang berasal dari Jawa Barat, pindah ke sekolah menengah pertama kami.
Sikapnya yang santun dan lugu membuat kami simpati.
Dan ia begitu penurut terhadap peraturan sekolah yang telah ditetapkan.

Selang setahun ia bersekolah di sekolah kami, ia mulai terpengaruh gaya remaja Jakarta. Ia mulai suka kongkow - kongkow dengan teman-teman di warnet,ia mulai suka membantah dan melawan perintah guru, tidak mengerjakan tugas yang diberikan dan mengkritik apapun kata guru di kelas.

Kini ia berada di bangku kelas 3 dan bersiap - siap untuk menghadapi UN . Tapi tingkahnya belum berubah , masih terpengaruh dengan teman - teman Jakartanya. Apalagi dengan pimpinan kelompok , ia begitu penurut.

Suatu ketika ada masalah yang timbul antara siswa tersebut dan guru IPA, sepertinya sang pemimpin kelompok telah mempengaruhinya untuk terus melawan guru tersebut dan menantangnya.

Dan akhirnya, apa yang dikhawatirkan terjadi.Sang siswa pindahan tersebut berteriak-teriak dihalaman sekolah memanggil nama sang guru IPA tersebut sambil marah.

Melihat hal tersebut, wali kelas siswa tersebut dan menghampiri. Wali kelas tersebut mempertanyakan duduk persoalan yang terjadi.Dan diketahui bahwa guru IPA tersebut telah menegur keras terhadap siswa pindahan tersebut di kelas , sendiri tanpa bantuan sang pimpinan kelompok.

Akhirnya si ketua kelompok dipanggil oleh wali kelas, dan menjelaskan bahwa ia tidak mengetahui bahwa anggota kelompoknya tersebut telah ditegur keras oleh guru IPA. Siswa pindahan tersebut sangat terkejut dengan jawaban ketua kelompok tersebut. Ia menyatakan bahwa ketua kelompoknya tersebut ada di kelas tersebut dan hanya diam saja melihat ia ditegur oleh guru IPA.

Lalu sang wali kelas bertanya kepada siswa pindahan tersebut : " Apakah ketua seperti itu yang kamu ikuti perintahnya?"......... " Kemana ketuamu saat kamu dalam kesulitan ?"........ " Apakah ketua yang seperti itu pantas menjadi teman sejati".

Siswa pindahan tersebut terdiam membisu beberapa lama.........

Wali kelas lalu menceritakan tentang dua orang pemburu yang dikejar beruang , dimana salah satu pemburu memanjat pohon dan pemburu yang lainnya tidak dapat memanjat pohon karena badannya terlalu gemuk, tetapi tidak ditolong oleh pemburu yang telah memanjat pohon. Dengan cepat pemburu yang berbadan gemuk tiarap dan berpura-pura mati.Beruang menghampiri pemburu yang berbadan gemuk dan mengendus - endus dari ujung jari kaki sampai kepala, dan saat mengendus-endus disekitar kepala, beruang tersebut tampak lama sekali. Dan akhirnya meninggalkan pemburu yang berbadan gemuk tersebut. Setelah beruang tersebut telah jauh, pemburu diatas pohon turun segera dan menghampiri temannya dan bertanya : " hey, bangun. Kenapa beruang itu lama sekali mengendus-endus kepalamu". Pemburu berbadan gemuk menjawab, bahwa beruang tersebut membisikan di telinganya , bahwa jangan percaya kepada teman yang tidak mau menolong saat kamu dalam bahaya.

Mendengar cerita tersebut siswa pindahan tersebut mengangguk angguk mengerti dan berkata bahwa ia telah mengerti dan menyadari kehilafannya.

Sejak itu ia mencoba untuk merubah sikapnya dan menyiapkan diri untuk UN.
Dan siswa tersebut berhasil terdaftar sebagai siswa baru di Sekolah menengah bertaraf internasional dikawasan prof Joko Sutono, walau sebelumnya ada guru yang meragukan kemampuannya, tapi ku katakan KAMU BISA, dan ia pun bertekad untuk bisa masuk dan Alhamdulillah dengan doa dan kegigihannya ia berhasil.

Aku begitu bangga atas perubah tersebut.
Semoga ia dapat terus menjadi siswa yang santun dan pintar membawa diri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar