entah apa yang dicarinya, seorang wanita sudah berusia diatas kepala 4, tetapi masih saja bergaya remaja. Bicara ceplas ceplos, tidak bisa jaga rahasia dan mengumbar kebaikannya dimana mana, apa yang dicari?
bukankah hidup didunia hanya sesaat, mengapa kamu keluhkan seakan kamulah yang paling menderita, lihatlah sekelilingmu, banyak yang lebih menderita dibandingkan dengan mu.
kamu lupakan kebaikan Allah swt melalui saudara2mu. kamu lupakan nikmat Allah swt lewat orang tuamu.
Sadarlah, jangan terus mengeluh dan mengumbar rahasia orang lain yang telah dititipkan padamu,toh kamu pun punya rahasia ditangan mereka.
sadarlah :)
Minggu, 06 November 2011
Selasa, 06 September 2011
Insyaallah Ku slalu dapat jawaban dari Allah
Pernah aku berpikir, bahwa api adalah hal yang paling menghancurkan dan paling memusnahkan , karena jika sesuatu telah terbakar pasti sulit dikembalikan ke wujud semula. Dan aku sempat berpikir bahwa air tidak begitu menghancurkan karena jika sesuatu terendam air pasti masih bisa dikeringkan walau bentuknya sudah menjadi lusuh, contohnya kertas, walau lusuh masih bisa dipakai dan benda - benda lainnya yang terkena air masih bisa terpakai.Tapi di dalam hatiku masih bertanya - tanya , bener ga ya air kalah kekuatannya dengan kekuatan api, padahal api bisa padam oleh air ? ...Jadi kesimpulannya aku meremehkan kekuatan air , astagfirullah.
Ternyata dua hari kemudian setelah pemikiran diatas muncul, aku mendengar berita tsunami telah terjadi di Aceh , tgl 26 Desember 2006.
Aku menyaksikan di televisi , begitu dahsyatnya terjangan air yang menerjang semua benda dan manusia yang ada disekitarnya , semua luluh lantah, aku melihat seorang ibu mendekap balitanya yang tak bernyawa, aku melihat mayat-mayat tergeletak dimana-mana ,berantakan semua , hancur semua.
Selang beberapa saat , aku masih berpikir, bahwa benda - benda yang telah berserakan tersebut masih bisa dipakai, karena hanya terkena air dan bisa dikeringkan kembali.
Tetapi ternyata , benda - benda tersebut hanya menjadi barang rongsongkan buat masyarakat di Aceh tersebut, mungkin karena mereka merasa bukan milik mereka dan mungkin mereka enggan menggunakannya karena trauma, mungkin sangat kotor, mungkin memang tak dapat dipergunakan kembali dan beribu alasan yang masuk akal sehingga barang - barang berserakan tersebut tak dapat digunakan kembali.
Allah swt menjawab pertanyaanku tentang kekuatan air melalui tragedi tsunami di Aceh, ternyata air dan tanah juga mempunyai kekuatan yang maha dahsyat , yang dapat menghancurkan dan meluluh lantahkan semua yang ada . Dan semua kekuatan yang ada datang dari Allah swt, atas seizin Allah swt .
Astagfirullah, selama ini aku salah ,dan belum menyadari hal tersebut.
Tapi aku selalu berharap, dan berdoa kepada Allah swt , aku meminta jika aku mempunyai pertanyaan lagi tentang kehidupan ini, tolong jangan dijawab dengan kejadian yang mengerikan seperti diatas,Ya Allah sangat mengerikan.
Semoga pertanyaan ku selalu mendapat petunjuk dan bimbingan dari Allah swt dan tidak tersesat dari jalanNya, aamiin ..
Pernah aku berpikir, bahwa api adalah hal yang paling menghancurkan dan paling memusnahkan , karena jika sesuatu telah terbakar pasti sulit dikembalikan ke wujud semula. Dan aku sempat berpikir bahwa air tidak begitu menghancurkan karena jika sesuatu terendam air pasti masih bisa dikeringkan walau bentuknya sudah menjadi lusuh, contohnya kertas, walau lusuh masih bisa dipakai dan benda - benda lainnya yang terkena air masih bisa terpakai.Tapi di dalam hatiku masih bertanya - tanya , bener ga ya air kalah kekuatannya dengan kekuatan api, padahal api bisa padam oleh air ? ...Jadi kesimpulannya aku meremehkan kekuatan air , astagfirullah.
Ternyata dua hari kemudian setelah pemikiran diatas muncul, aku mendengar berita tsunami telah terjadi di Aceh , tgl 26 Desember 2006.
Aku menyaksikan di televisi , begitu dahsyatnya terjangan air yang menerjang semua benda dan manusia yang ada disekitarnya , semua luluh lantah, aku melihat seorang ibu mendekap balitanya yang tak bernyawa, aku melihat mayat-mayat tergeletak dimana-mana ,berantakan semua , hancur semua.
Selang beberapa saat , aku masih berpikir, bahwa benda - benda yang telah berserakan tersebut masih bisa dipakai, karena hanya terkena air dan bisa dikeringkan kembali.
Tetapi ternyata , benda - benda tersebut hanya menjadi barang rongsongkan buat masyarakat di Aceh tersebut, mungkin karena mereka merasa bukan milik mereka dan mungkin mereka enggan menggunakannya karena trauma, mungkin sangat kotor, mungkin memang tak dapat dipergunakan kembali dan beribu alasan yang masuk akal sehingga barang - barang berserakan tersebut tak dapat digunakan kembali.
Allah swt menjawab pertanyaanku tentang kekuatan air melalui tragedi tsunami di Aceh, ternyata air dan tanah juga mempunyai kekuatan yang maha dahsyat , yang dapat menghancurkan dan meluluh lantahkan semua yang ada . Dan semua kekuatan yang ada datang dari Allah swt, atas seizin Allah swt .
Astagfirullah, selama ini aku salah ,dan belum menyadari hal tersebut.
Tapi aku selalu berharap, dan berdoa kepada Allah swt , aku meminta jika aku mempunyai pertanyaan lagi tentang kehidupan ini, tolong jangan dijawab dengan kejadian yang mengerikan seperti diatas,Ya Allah sangat mengerikan.
Semoga pertanyaan ku selalu mendapat petunjuk dan bimbingan dari Allah swt dan tidak tersesat dari jalanNya, aamiin ..
Jumat, 22 April 2011
Sang Bidadari
ini adalah kisah nyata seorang siswi sd yang ingin menjadi dokter anak
Ia adalah siswi sd kelas 6 yang akan mengikuti ujian kelulusan,tetapi kini ia telah mengepakan sayap indahnya jauh tinggi menembus awan ,langit dan angkasa.
Berawal ketika ia mulai merasakan sakit dikepalanya yang tak dapat ia tahan, ia pun akan muntah dan terjatuh ke lantai, keringatnya pun bercucuran dan ia pun mulai menangis tak dapat menahan sakit yang begitu hebat dikepalanya.
Setiap hari selalu terulang, rasa sakit yang mendera tak kunjung berakhir. Ia harus pulang sebelum jam pelajaran selesai.
Orangtuanya telah membawa ke beberapa rumah sakit ternama di Jakarta, dan kesimpulan yang mengejutkan adalah tumor otak, dan harus segera di operasi.
Entahlah, mungkin karena kata "operasi" sangat mengerikan, mengingat otak yang harus dioperasi, akhirnya orangtua siswi tersebut membawa ke tempat alternatif di sukabumi.
Orangtua siswi tersebut meminta dispensasi untuk memulihkan kesehatan siswi tersebut ,sehari, seminggu , sebulan, telah lewat. Para guru dan teman-temannya mulai merindukan keceriaan siswi tersebut, senyummya , tawa candanya, keceriaannya, ide-ide lucunya.
Bulan ke dua, teman-teman sekelas dan perwakilan guru mengiriminya "surat sayang buat temanku" dan beberapa souvenir mungil , dengan harapan ia akan tetap semangat dan segera kembali sekolah. Tetapi ia tetap belum bisa datang kesekolah.
Dalam "surat sayang" tersebut, gurunya berjanji akan mengajarkan permainan baru jika siswi tersebut telah kembali sehat dan kembali berkumpul belajar bersama.
Jelang tiga bulan, kondisi kesehatan siswi tersebut mulai membaik namun penglihatannya mengalami kemunduran , ia tak dapat melihat dengan jelas. Ia pun tak kuat untuk duduk berlama lama.
Pihak sekolah dan beberapa pihak berusaha menggalang bantuan untuk siswi tersebut untuk meringankan beban orangtuanya.
Namun malam itu, aku mendapat kabar yang membuatku terdiam tak dapat berkata apa-apa, lama ku terdiam dan melayang ingatanku kepada siswi tersebut, aku tak dapat menjabarkan perasaanku saat itu, hanya terdiam menatap kosong. Sebuah kabar "Ia telah pulang ke Rahmatullah". Innalillahi wainaillaihi rajiun.........
Ketika ku datang pagi itu , melihatnya berbaring tersenyum , terpejam matanya. Ingin ku bangunkan dia , "Bangun, ayo kamu bohong ya?" itulah yang ingin ku katakan padanya.
Tapi kulihat sekelilingku , teman - temannya, gurunya,orangtuanya , kerabat , menagis, menatapmu dan memanggil namamu. Ku tatap kembali wajahmu yang begitu damai, tersenyum, ku tak dapat menahan airmataku saat ku mencium pipimu yang dingin, ku berbisik, "ini ibu datang nak........., maaf ibu tak menjengukmu........, ibu menyesal......,ibu menyesal........., ini ibu datang nak........, bangun nak......."
Ku baru menyadari kau telah pergi saat kau dimandikan , air yang dingin itu menyentuh kulitmu, kau terdiam, dingin . Namun sekelebat ku melihat senyum manismu saat ku usap pipimu.
Tak dapat ku tahan air mataku dan penyesalanku .
Hingga kini aku tak memperkenalkan permainan baru itu kepada teman-temanmu, karena ku telah berjanji akan mengajarkan permainan itu hanya jika kau kembali sehat dan kembali bersekolah.
Slamat jalan Maswa, kepakanlah sayap indahmu bidadari , hiasain taman firdaus dengan senyummu yang cantik.
Ibu sayang kamu
Ia adalah siswi sd kelas 6 yang akan mengikuti ujian kelulusan,tetapi kini ia telah mengepakan sayap indahnya jauh tinggi menembus awan ,langit dan angkasa.
Berawal ketika ia mulai merasakan sakit dikepalanya yang tak dapat ia tahan, ia pun akan muntah dan terjatuh ke lantai, keringatnya pun bercucuran dan ia pun mulai menangis tak dapat menahan sakit yang begitu hebat dikepalanya.
Setiap hari selalu terulang, rasa sakit yang mendera tak kunjung berakhir. Ia harus pulang sebelum jam pelajaran selesai.
Orangtuanya telah membawa ke beberapa rumah sakit ternama di Jakarta, dan kesimpulan yang mengejutkan adalah tumor otak, dan harus segera di operasi.
Entahlah, mungkin karena kata "operasi" sangat mengerikan, mengingat otak yang harus dioperasi, akhirnya orangtua siswi tersebut membawa ke tempat alternatif di sukabumi.
Orangtua siswi tersebut meminta dispensasi untuk memulihkan kesehatan siswi tersebut ,sehari, seminggu , sebulan, telah lewat. Para guru dan teman-temannya mulai merindukan keceriaan siswi tersebut, senyummya , tawa candanya, keceriaannya, ide-ide lucunya.
Bulan ke dua, teman-teman sekelas dan perwakilan guru mengiriminya "surat sayang buat temanku" dan beberapa souvenir mungil , dengan harapan ia akan tetap semangat dan segera kembali sekolah. Tetapi ia tetap belum bisa datang kesekolah.
Dalam "surat sayang" tersebut, gurunya berjanji akan mengajarkan permainan baru jika siswi tersebut telah kembali sehat dan kembali berkumpul belajar bersama.
Jelang tiga bulan, kondisi kesehatan siswi tersebut mulai membaik namun penglihatannya mengalami kemunduran , ia tak dapat melihat dengan jelas. Ia pun tak kuat untuk duduk berlama lama.
Pihak sekolah dan beberapa pihak berusaha menggalang bantuan untuk siswi tersebut untuk meringankan beban orangtuanya.
Namun malam itu, aku mendapat kabar yang membuatku terdiam tak dapat berkata apa-apa, lama ku terdiam dan melayang ingatanku kepada siswi tersebut, aku tak dapat menjabarkan perasaanku saat itu, hanya terdiam menatap kosong. Sebuah kabar "Ia telah pulang ke Rahmatullah". Innalillahi wainaillaihi rajiun.........
Ketika ku datang pagi itu , melihatnya berbaring tersenyum , terpejam matanya. Ingin ku bangunkan dia , "Bangun, ayo kamu bohong ya?" itulah yang ingin ku katakan padanya.
Tapi kulihat sekelilingku , teman - temannya, gurunya,orangtuanya , kerabat , menagis, menatapmu dan memanggil namamu. Ku tatap kembali wajahmu yang begitu damai, tersenyum, ku tak dapat menahan airmataku saat ku mencium pipimu yang dingin, ku berbisik, "ini ibu datang nak........., maaf ibu tak menjengukmu........, ibu menyesal......,ibu menyesal........., ini ibu datang nak........, bangun nak......."
Ku baru menyadari kau telah pergi saat kau dimandikan , air yang dingin itu menyentuh kulitmu, kau terdiam, dingin . Namun sekelebat ku melihat senyum manismu saat ku usap pipimu.
Tak dapat ku tahan air mataku dan penyesalanku .
Hingga kini aku tak memperkenalkan permainan baru itu kepada teman-temanmu, karena ku telah berjanji akan mengajarkan permainan itu hanya jika kau kembali sehat dan kembali bersekolah.
Slamat jalan Maswa, kepakanlah sayap indahmu bidadari , hiasain taman firdaus dengan senyummu yang cantik.
Ibu sayang kamu
Selasa, 25 Januari 2011
KAMU BISA
Cerita ini adalah kisah nyata
Setahun yang lalu , ada seorang siswa yang berasal dari Jawa Barat, pindah ke sekolah menengah pertama kami.
Sikapnya yang santun dan lugu membuat kami simpati.
Dan ia begitu penurut terhadap peraturan sekolah yang telah ditetapkan.
Selang setahun ia bersekolah di sekolah kami, ia mulai terpengaruh gaya remaja Jakarta. Ia mulai suka kongkow - kongkow dengan teman-teman di warnet,ia mulai suka membantah dan melawan perintah guru, tidak mengerjakan tugas yang diberikan dan mengkritik apapun kata guru di kelas.
Kini ia berada di bangku kelas 3 dan bersiap - siap untuk menghadapi UN . Tapi tingkahnya belum berubah , masih terpengaruh dengan teman - teman Jakartanya. Apalagi dengan pimpinan kelompok , ia begitu penurut.
Suatu ketika ada masalah yang timbul antara siswa tersebut dan guru IPA, sepertinya sang pemimpin kelompok telah mempengaruhinya untuk terus melawan guru tersebut dan menantangnya.
Dan akhirnya, apa yang dikhawatirkan terjadi.Sang siswa pindahan tersebut berteriak-teriak dihalaman sekolah memanggil nama sang guru IPA tersebut sambil marah.
Melihat hal tersebut, wali kelas siswa tersebut dan menghampiri. Wali kelas tersebut mempertanyakan duduk persoalan yang terjadi.Dan diketahui bahwa guru IPA tersebut telah menegur keras terhadap siswa pindahan tersebut di kelas , sendiri tanpa bantuan sang pimpinan kelompok.
Akhirnya si ketua kelompok dipanggil oleh wali kelas, dan menjelaskan bahwa ia tidak mengetahui bahwa anggota kelompoknya tersebut telah ditegur keras oleh guru IPA. Siswa pindahan tersebut sangat terkejut dengan jawaban ketua kelompok tersebut. Ia menyatakan bahwa ketua kelompoknya tersebut ada di kelas tersebut dan hanya diam saja melihat ia ditegur oleh guru IPA.
Lalu sang wali kelas bertanya kepada siswa pindahan tersebut : " Apakah ketua seperti itu yang kamu ikuti perintahnya?"......... " Kemana ketuamu saat kamu dalam kesulitan ?"........ " Apakah ketua yang seperti itu pantas menjadi teman sejati".
Siswa pindahan tersebut terdiam membisu beberapa lama.........
Wali kelas lalu menceritakan tentang dua orang pemburu yang dikejar beruang , dimana salah satu pemburu memanjat pohon dan pemburu yang lainnya tidak dapat memanjat pohon karena badannya terlalu gemuk, tetapi tidak ditolong oleh pemburu yang telah memanjat pohon. Dengan cepat pemburu yang berbadan gemuk tiarap dan berpura-pura mati.Beruang menghampiri pemburu yang berbadan gemuk dan mengendus - endus dari ujung jari kaki sampai kepala, dan saat mengendus-endus disekitar kepala, beruang tersebut tampak lama sekali. Dan akhirnya meninggalkan pemburu yang berbadan gemuk tersebut. Setelah beruang tersebut telah jauh, pemburu diatas pohon turun segera dan menghampiri temannya dan bertanya : " hey, bangun. Kenapa beruang itu lama sekali mengendus-endus kepalamu". Pemburu berbadan gemuk menjawab, bahwa beruang tersebut membisikan di telinganya , bahwa jangan percaya kepada teman yang tidak mau menolong saat kamu dalam bahaya.
Mendengar cerita tersebut siswa pindahan tersebut mengangguk angguk mengerti dan berkata bahwa ia telah mengerti dan menyadari kehilafannya.
Sejak itu ia mencoba untuk merubah sikapnya dan menyiapkan diri untuk UN.
Dan siswa tersebut berhasil terdaftar sebagai siswa baru di Sekolah menengah bertaraf internasional dikawasan prof Joko Sutono, walau sebelumnya ada guru yang meragukan kemampuannya, tapi ku katakan KAMU BISA, dan ia pun bertekad untuk bisa masuk dan Alhamdulillah dengan doa dan kegigihannya ia berhasil.
Aku begitu bangga atas perubah tersebut.
Semoga ia dapat terus menjadi siswa yang santun dan pintar membawa diri
Cerita ini adalah kisah nyata
Setahun yang lalu , ada seorang siswa yang berasal dari Jawa Barat, pindah ke sekolah menengah pertama kami.
Sikapnya yang santun dan lugu membuat kami simpati.
Dan ia begitu penurut terhadap peraturan sekolah yang telah ditetapkan.
Selang setahun ia bersekolah di sekolah kami, ia mulai terpengaruh gaya remaja Jakarta. Ia mulai suka kongkow - kongkow dengan teman-teman di warnet,ia mulai suka membantah dan melawan perintah guru, tidak mengerjakan tugas yang diberikan dan mengkritik apapun kata guru di kelas.
Kini ia berada di bangku kelas 3 dan bersiap - siap untuk menghadapi UN . Tapi tingkahnya belum berubah , masih terpengaruh dengan teman - teman Jakartanya. Apalagi dengan pimpinan kelompok , ia begitu penurut.
Suatu ketika ada masalah yang timbul antara siswa tersebut dan guru IPA, sepertinya sang pemimpin kelompok telah mempengaruhinya untuk terus melawan guru tersebut dan menantangnya.
Dan akhirnya, apa yang dikhawatirkan terjadi.Sang siswa pindahan tersebut berteriak-teriak dihalaman sekolah memanggil nama sang guru IPA tersebut sambil marah.
Melihat hal tersebut, wali kelas siswa tersebut dan menghampiri. Wali kelas tersebut mempertanyakan duduk persoalan yang terjadi.Dan diketahui bahwa guru IPA tersebut telah menegur keras terhadap siswa pindahan tersebut di kelas , sendiri tanpa bantuan sang pimpinan kelompok.
Akhirnya si ketua kelompok dipanggil oleh wali kelas, dan menjelaskan bahwa ia tidak mengetahui bahwa anggota kelompoknya tersebut telah ditegur keras oleh guru IPA. Siswa pindahan tersebut sangat terkejut dengan jawaban ketua kelompok tersebut. Ia menyatakan bahwa ketua kelompoknya tersebut ada di kelas tersebut dan hanya diam saja melihat ia ditegur oleh guru IPA.
Lalu sang wali kelas bertanya kepada siswa pindahan tersebut : " Apakah ketua seperti itu yang kamu ikuti perintahnya?"......... " Kemana ketuamu saat kamu dalam kesulitan ?"........ " Apakah ketua yang seperti itu pantas menjadi teman sejati".
Siswa pindahan tersebut terdiam membisu beberapa lama.........
Wali kelas lalu menceritakan tentang dua orang pemburu yang dikejar beruang , dimana salah satu pemburu memanjat pohon dan pemburu yang lainnya tidak dapat memanjat pohon karena badannya terlalu gemuk, tetapi tidak ditolong oleh pemburu yang telah memanjat pohon. Dengan cepat pemburu yang berbadan gemuk tiarap dan berpura-pura mati.Beruang menghampiri pemburu yang berbadan gemuk dan mengendus - endus dari ujung jari kaki sampai kepala, dan saat mengendus-endus disekitar kepala, beruang tersebut tampak lama sekali. Dan akhirnya meninggalkan pemburu yang berbadan gemuk tersebut. Setelah beruang tersebut telah jauh, pemburu diatas pohon turun segera dan menghampiri temannya dan bertanya : " hey, bangun. Kenapa beruang itu lama sekali mengendus-endus kepalamu". Pemburu berbadan gemuk menjawab, bahwa beruang tersebut membisikan di telinganya , bahwa jangan percaya kepada teman yang tidak mau menolong saat kamu dalam bahaya.
Mendengar cerita tersebut siswa pindahan tersebut mengangguk angguk mengerti dan berkata bahwa ia telah mengerti dan menyadari kehilafannya.
Sejak itu ia mencoba untuk merubah sikapnya dan menyiapkan diri untuk UN.
Dan siswa tersebut berhasil terdaftar sebagai siswa baru di Sekolah menengah bertaraf internasional dikawasan prof Joko Sutono, walau sebelumnya ada guru yang meragukan kemampuannya, tapi ku katakan KAMU BISA, dan ia pun bertekad untuk bisa masuk dan Alhamdulillah dengan doa dan kegigihannya ia berhasil.
Aku begitu bangga atas perubah tersebut.
Semoga ia dapat terus menjadi siswa yang santun dan pintar membawa diri
Langganan:
Komentar (Atom)