Rasa Syukur
Ketiganya aktivdan cerdas di bidang masing-masing .
Walau jarak usia jauh sekali dengan si bungsu , kakak dan abang sayang sekali terhadapnya . Jika mengingat kembali saat-saat masa dikandungan , si bungsu aktiv bergerak , namun karena usia ku menginjak 40 saat itu , aku banyak kurang tenaga dan kalori.
Kasian si bungsu saat lahir , lewat 3 minggu kelahirannya dari jadwal semula . Dan dokter pun sudah memprediksikan tuk caesar tepat tanggal perkiraan . Tetapi aku adalah perempuan yang pengecut , aku menghindar dari puskesmas dan tidak datang saat di jadwalkan tuk caesar , karena ku pikir ku bisa melahirkan secara normal .
Setelah 3 minggu berlalu dari jadwal caesar , barulah tanda mulas yang hebat datang , dan air ketubanpun sudah bocor , hijau pekat .
Pihak puskesmas merujuk ku ke rumah sakit , diantar ibu dan kakak perempuanku , kami berangkat dengan ambulance. Ibu dan kakakku menunggu hingga ayah si bungsu datang tuk menemani proses kelahiran.
Rasa mulas begitu hebat saat infus telah terpasang di lenganku , ayah si bungsu menemani setia sambil menceritakan kisah - kisah lucu di kantornya , membuatku lupa rasa mulas , walau terkadang rasa itu muncul tiap 5 menit sekali .
Akhirnya jam 12 tengah malam aku dirujuk ke ruang operasi tuk menjalani caesar , sayangnya ayah tidak boleh menemani .
Pak dokter marah saat tahu bahwa kedatanganku melewati jadwal caesar 3 minggu , hehehe maaf pak , aku takut .
Proses penyuntikan obat bius di punggung sebelah bawah berjalan lama karena sulitnya jarum menembus , hinggal 5 kali tak tembus juga , duuuhh bisa-bisa pingsan sebelum obatya masuk nih . Namun akhirnya berhasil juga , Alhamdulillah .
Tak berapa lama bayi mungil ada di samping pipiku , " bu , sun bayinya bu , ga mau nangis nih bayinya , jadi dipaksa nangis niiihh.Ah bgitu mungil dan tak berdaya .
Hari pertama ku tak bisa menemui bayiku , karena peraturan rumah sakit yang melahirkan secara caesar harus datang sendiri ke kamar bayi , aduh sakit tak tahan jahitan ini , "maafkan ibu nak , ibu belum bisa bangkit". Tiba - tiba ada berita dari pihak rumah sakit , bahwa bayiku kuning, kurang kalori dan tidak aktiv , ya Allah kasian bayiku , Ku belum bisa meynyusui , dan ia sakit , ya Allah kuatkanlah bayiku , seperti ia kuat di dalam rahimku selama lebih dari 9 bulan . Hujan pun turun malam itu , Ya Allah , ku titipkan bayiku pada Mu , jagalah ia , kuatkanlah ia , sehatkanlah ia . aku percaya pada MukjizatMu ya Allah .
3 hari kemudian kami membawa si bungsu pulang , dan ibuku langsung menyuapi kurma lumat pada si bungsu, yang ku tahu belakangan dari info bahwa hal tersebut dilakukan juga oleh nabi Muhammad SAW , agar bayi sehat dan tidak kekurangan kalori .
3 hari si bungsu belum dapat ASI , di rumah ku coba tuk menyusui , namun gagal karena si bungsu belum bisa menghisap , setelah mencoba menggunakan pipet , akhirnya hari ke 5 ia mulai menghisap .
Alhamdulillah , akhirnya Kamila (itulah nama si bungsu ) lahap menyusu , sehat hingga kini .
Puji syurkur tak terhingga padaMu ya Allah .Dan rasa syukur pun bertambah saat Kamila di akikah oleh ayah , terimakasih ayah .
Semoga kami sekeluarga selalu dalam kasih sayang dan lindungan Allah SWT serta sehat wal afiat , Aamiin ya Allah