Sabtu, 24 Juli 2010
bodyguard cilik
Cerita ini adalah kisah nyata untuk memberi inspirasi kepada para pembacanya .
Seorang anak kecil mengeluh sakit giginya kepada ibunya saat mereka tengah menikmati makan malam di rumah. . Sang ibu terkejut dan memeriksa gigi anaknya tersebut , tapi setelah diperiksa sang ibu mengatakan bahwa tidak ada gigi yang berlubang pada anaknya tersebut , tetapi anak tetap kukuh pada pendiriannya , bahwa giginya sakit . Sang ibu teringat bahwa terkadang lubang di gigi sangat kecil dan tak terlihat oleh mata . Sang Ibu menyarankan agar anaknya tersebut mau ditambal giginya oleh dokter gigi , bersama - sama dengan ibunya keesokan harinya , karena memang kebetulan sekali besok adalah jadwal sang ibu untuk kembali ke dokter untuk check up . Tidak disangka ternyata anak tersebut menyetujui ajakan tersebut dengan gembira . Sebenarnya sang ibu sedikit bingung , kenapa anak sekecil itu berani dan senang di ajak ke dokter gigi , apalagi terlihat jelas wajah anak tersebut tidak mengekspresikan ketakutan saat mendengar kata mesin bor gigi .
Dalam perjalanan menuju puskesmas , mata anak tersebut sibuk sekali memperhatikan kendaraan yang lalu lalang melintas , sang ibu hanya berpikir bahwa anak tersebut senang sekali .
Tiba waktunya saat nama anak tersebut dipanggil mendapat giliran periksa gigi di ruang dokter gigi , namun dokter gigi tersebut bingung karena gigi yang di maksud si anak tak terdapat lubang , dokter lalu memeriksa dengan menggunakan kaca pembesar dan barulah dokter melihat begitu kecil lubangnya dan menjelaskan bahwa lubang tersebut belum menyebabkan sakit sama sekali namun anak tersebut kukuh ingin ditambal. Dan singkat cerita akhirnya mereka selesai memeriksa gigi dan pulang ke rumah .
Malam harinya ketika makan malam , anak tersebut bertanya , ‘ Kenapa pengendara motor yang menendang dan memukul ibu tidak ada hari ini di jalan , pasti kalau ketemu akan ku balas tadi ‘.
Sang ibu termenung dan baru menyadari mengapa anaknya berkata demikian dan baru menyadari mengapa anaknya kukuh minta ditambal giginya padahal lubangnya baru kecil sekali.
Sang ibu teringat bahwa seminggu yang lalu ketika pulang dari dokter gigi dan menunggu kendaraan umum , sang ibu sempat dipukul dan ditendang oleh pengendara motor di tengah jalan karena pengendara motor tersebut tidak mau memberi kesempatan untuk sang ibu menyebrang dan naik kendaraan umum. Saat itu sang ibu bercerita sambil menitikan air mata karena sedih , ‘ mengapa masih ada orang yang tega mengeroyok seorang wanita di jalan raya ‘ .
Sadarlah sang ibu bahwa anaknya tersebut tidak sakit giginya , tetapi hanya ingin menemani ibunya ke dokter untuk check up dan menjaganya dari pengendara motor yang akan berbuat jahat kepada sang ibu.
Sang ibu meneteskan air mata haru , begitu besar pengorbanan yang harus ditanggung anak tersebut yang merelakan giginya untuk dibor dan ditambal tanpa rasa takut.
Dipeluknya tubuh mungil anak yang baru berumur enam tahun itu dengan kasih sayang yang begitu besar . Anak itu tersenyum dan berkata “ Aku kan bodyguard bune “ .
Pembaca yang budiman , begitu besar dan agung ciptaan Allah SWT , sehingga anak kecil pun berani berkorban untuk sang ibu.
Minggu, 13 Juni 2010
tantangan atau beban
TANTANGAN ATAU BEBAN
Kisah ini ditulis berdasarkan kisah nyata untuk memberikan ispirasi kepada para pelajar dimanapun berada
Suatu hari, sepulang sekolah seorang siswi kelas 6 salah satu sekolah dasar negeri di Jakarta melaporkan kepada ibunya bahwa sang anak tersebut ditugaskan untuk menjadi komandan upacara hari senin depan , dan sang anak tersebut sadar bahwa dia belakangan ini sering merasa pusing – pusing dan hampir pingsan jika tersengat matahari , hal tersebut disebabkan oleh karena kurangnya asupan nutrisi dan zat besi ke dalam tubuh sang anak tersebut , bukan karena orang tuanya kurang mampu untuk menyediakan makanan yang bergizi tetapi begitulah kebiasaan siswi – siswi sekolah yang baru tumbuh besar biasaya mengurangi sendiri porsi makan mereka agar terlihat tetap langsing dan tidak kegemuka , padahal pada usia – usia tersebut sedang membutuhkan banyak asupan makanan bergizi dan bernutrisi untuk membangun sel – sel tubuh dan sel – sel jaringan otak.
Mendengar laporan sang anak tersebut , sang ibu hanya tersenyum dan langsung bertanya , “ Apakah tugas tersebut adalah BEBAN atau TANTANGAN untuk kamu , jika kamu anggap tugas tersebut adalah BEBAN , maka kamu harus katakan kepada guru kamu bahwa kamu tidak sanggup untuk menjalankan tugas tersebut , tapi jika kamu anggap tugas tersebut adalah tantangan , maka kamu harus ikuti aturan main ibu “
Sang anak dengan cepat menjawab bahwa tugas tersebut adalah tantangan dan ia sangat ingin sekali melaksanakan tugas sebagai komandan upacara senin depan.
Aturan main yang ditetapkann oleh sang ibu adalah pertama bahwa sang anak harus sarapan setiap pagi dengan menu nasi secukupnya berserta lauk pauk , segelas teh manis dan satu tablet penambah darah dan senin depan menu tersebut harus ditambah dengan satu buah telur ceplok.
Aturan main yang ke dua bahwa sang anak diminta untuk tidak mengkonsumsi coklat dan es selama seminggu , mengingat sang anak saat itu sedang batuk dan dikhawatirkan batuk tersebut masih berlanjut saat ia menjadi komandan upacara senin depan , bisa terbayang bagaimana seorang komandan memimpin barisan upacara dengan terbatuk – batuk.
Awalnya mendengar kata – kata “telur ceplok” , sang anak terkejut, karena menu tersebut adalah menu yang sangat dihindari selama ini karena alasan rasanya yang membuat mual , namun akhirnya sang anak menerima dengan pasti menu aturan main yang ditetapkan sang ibu setelah sang ibu mengingatkan kembali manfaat sebutir telur untuk tubuh.
Dan akhirnya sang anak dengan ikhlas dan tekad bulat menjalankan aturan main tersebut . Dan baru beberapa hari menjalankan aturan main sang ibu , sang anak telah merasakan manfaat dari menu sarapan barunya tersebut . Ia tidak merasa pusing – pusing lagi saat pulang dari sekolah atau saat ia sedang beraktivitas.
Dan saat upacara senin yang ditunggu – tunggu pun tiba juga . Pagi – pagi sekali sang anak sudah bersiap – siap dan dengan lahap ia menghabiskan menu sarapan pagi itu ditambah dengan sebuah telur ceplok .
Sang anak lalu berpamitan kepada orang tuanya untuk berangkat sekolah , baru beberapa langkah sang anak berangkat , ibunya memanggilnya dengan lantang, “Komandan” , sang anak membalikkan badannya ke arah ibunya , sang anak tersenyum melihat ibunya dalam posisi tegap dengan tangan dalam posisi memberi hormat layaknya sedang menghormati seorang komandan , sang anak pun berangkat sekolah dengan langkah pasti dan senyuman tersungging dipipinya.
Saat upacara pun tiba , sang anak sudah berdiri pada posisi baris petugas upacara. Dan ketika upacara dimulai, dengan langkah pasti dan tegap ia melangkah memasuki lapangan upacara , begitu pun saat ia memberi aba - aba kepada para peserta upacara , suaranya begitu lantang dan bulat . Terlihat jelas wajah kepala sekolah dan para guru terkejut melihat penampilan komandan upacara yang satu ini , karena sebelumnya siswi tersebut dianggap selalu membuat gaduh di kelas , dan terlihat jelas wajah mereka kagum dan baru kali ini ada komandan putri di sekolah dasar negeri tersebut . Dan sang ibu pun yang memang adalah salah satu tenaga pendidik di sekolah tersebut sengaja berdiri pada barisan paling belakang , terpaku melihat performa sang anak yang begitu maksimal.
Syukurlah tidak ada cacat sedikit pun dalam upacara tersebut hingga upacara berakhir , begitu sempurna . Dan ketika barisan upacara dibubarkan oleh sang komandan putri tersebut, sang ibu tetap pada posisi berdiri di tempat , sang anak melihat di sana berdiri tegak ibunya yang sedang memberi hormat padanya, sang anak pun membalas memberi tanda hormat kepada sang ibu sambil tersenyum .
Pembaca yang budiman, hikmah dan pelajaran yang bisa diambil dari kisah nyata diatas adalah dengan tekad yang kuat, kemauan dan niat yang ikhlas seseorang dapat melaksanakan setiap rencana yang dibuatnya walaupun rencana tersebut dibuat oleh anak kecil sekalipun, dan tentu saja tidak lepas dari kehendak Allah SWT.
Redplum08